Cara Membuka Folder yang Ke Hidden Oleh Virus

•February 2, 2014 • Leave a Comment

Kadang kita menemukan Flashdisk kita kosong ketika dilihat menggunakan Windows Explorer, namun ketika dilihat pada Propertiesnya, ternyata kapasitasnya Full terpakai.

Nah..kalo kamu bertemu kondisi seperti ini, bersyukurlah data kamu masih ada tetapi dalam kondisi hidden (tersembunyi). Kasus seperti ini biasanya terjadi karena virus menyembunyikan file dan folder tersebut, sehingga dibutuhkan trik khusus untuk memunculkannya kembali, jadi intinya jika anada melihat flass disk atau hardisk anda kosong jangan berangapan file anda telah hilang.

Kejadian ini pernh saya alami dengan meminjamkan hardisk saya ke teman seangkatan saya XImk 2.

Adapun cara untuk mengembalikan file atau folder yang disembunyikan (di-hidden) oleh virus adalah…..

1. Buka dulu Windows Explorer dan aktifkan pilihan “show hidden files and folders” dengan cara masuk ke menu TOOLS — FOLDER OPTIONS — VIEW, kemudian pilih “show hidden files and folders“.

2. Tools yang akan kita gunakan untuk mengembalikan file atau folder yang hilang adalah perintah “attrib“, perintah ini nantinya kita gunakan pada mode Command Prompt.

3. Selanjutnya kita masuk ke Command Prompt, caranya Klik START — RUN, kemudian ketik “cmd” pada box lalu Klik OK.

4. Nah pada layar hitam inilah nantinya kita akan mengetikkan perintah “attrib” ini.

5. OK, skrg kita coba periksa isi dari file atau folder yang dihidden oleh virus pada flashdisk kita, kita asumsikan disini Drive F adalah Flashdisk. Ketikkan perintah berikut “F:” kemudian tekan ENTER, perintah ini berguna untuk pindah prompt ke drive F.

6. Untuk melihat file atau folder apa saja yang dihidden pada drive F (flashdisk), gunakan perintah “dir /ah”

Maka kita akan bisa melihat file atau folder apa saja yang disembunyikan oleh virus di flashdisk kita. Disini ada 2 folder dan 1 file yang dalam kondisi hidden, yaitu folder “DATA-PENTING“,”DATA-TA” dan “tugas-akhir.doc“.

7. Sekarang kita akan gunakan perintah “attrib” untuk memunculkan kembali file dan folder yang hidden tadi. Disini dicontohkan untuk memunculkan kembali folder “DATA-TA” dan file “tugas-akhir.doc”. Perintah “attrib” yang perlu diketikkan disini adalah :

F:\> attrib.exe -R -H -S /s /d DATA-TA

Perintah diatas akan memunculkan kembali folder “DATA-TA”, untuk memunculkan file “tugas-akhir.doc” kita gunakan perintah dibawah :

F:\> attrib.exe -R -H -S tugas-akhir.doc

8. Untuk memastikan folder dan file telah muncul kembali, silahkan kamu lihat menggunakan Windows Explorer.

9. Selamat… data kamu sudah muncul lagi..

Catt :
– Untuk memunculkan Folder gunakan perintah : “attrib.exe -R -H -S /s /d nama-folder
– Untuk memunculkan Folder gunakan perintah : “attrib.exe -R -H -S nama-file-lengkap

Tambahan :
untuk cek terlebih dahulu keberadaan file dengan perintah: dir

Perintah dir berfungsi untuk melihat isi direktori atau drive tertentu. Untuk mengembalikan file yang di super hidden, gunakan perintah ini :

attrib -s -h *.*

Perintah attrib berarti atribut. Sedangkan parameter -s yang diawalai tanada minus(-) yang berarti mengurangi atau menghilangkan sebuah attribut, kebalikanya adalah +s yang berarti menambah sebuah atribut dalam file.

Huruf s pada parameter perintah berarti atribut untuk sistem file. Sedangkan huruf h, berarti ‘hide’, -h berarti menghilangkan atribut ‘hide’.

Parameter *.* berarti perintah yang telah diketik ditujukan untuk semua file/direktori dengan berbagai extension.

Jika hanya sebuah file saja yang ingin dihilangkan super hidden-nya, misal file tersebut bernaman dokumen.doc, untuk menghilangkan super hiden pada file dokumen.doc, gunakan perintah :

attrib -s -h dokumen.doc

Setelah itu, cek keberadaan file dengan perintah dir, terlihat kan sekarang filenya? Kalo mau bikin file super hidden gimana?? Gunakan perintah ini :
attrib +s +h *.*

Perintah diatas ditujukan untuk semua file, jika hanya satu file atau satu direktori dapat menggunakan perintah attrib +s +h nama file/direktori. Contoh:
attrib +s +h dokumen.doc

Perintah diatas berarti file yang bernama dokumen.doc telah beratribut super hidden dan tidak tampak di windows explorer meski option show hidden file telah diaktifkan.

sumber : internet

FRAUD, APA SAJA JENIS-JENISNYA

•August 7, 2013 • Leave a Comment

FRAUD, APA SAJA JENIS-JENISNYA…

 

Fraud, dalam banyak jenis dan modus, sudah menjadi permasalahan klasik di dalam aktivitas bisnis, sejak dahulu kala hingga kini. Begitu banyak contoh kasus fraud yang muncul ke permukaan. Bahkan saya pribadi berani mengatakan: tidak ada perusahaan yang samasekali bebas dari fraud, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa audit dan anti-fraud sekalipun. Di mana ada uang dan kekayaan (baca: aset), di sana PASTI ada fraud.

Jikapun ada yang mengatakan, “Oh tidak. Di perusahaan saya tidak ada yang namanya fraud,” itu karena, either mereka belum tahu cakupan fraud itu sampai dimana, atau karena intensitas dan derajat fraudnya yang lebih halus.

Misalnyaapakah sengaja datang terlambat 30 menit—setelah istirahat—itu termasuk fraud? Apakah menggunakan komputer dan koneksi internet kantor untuk ber-sosial-media-ria itu termasuk fraud? :D

Kita di Indonesia, sudah sangat familiar dengan istilah “KKN” (korupsi, kolusi dan nepotisme). Apakah perusahaan di luar sana (yang rule of conduct-nya sudah begitu jelas) aman dari fraud?  Ternyata TIDAK. Sebuah headline di Bloomberg, baru-baru ini, menyebutkan:

Limabelas persen CFO, dalam skala global, bersedia “mengeluarkan dana” untuk memenangkan kompetisi bisnis atau melanggengkan hegemoni bisnisnya—sesuai dengan hasil survey yang diselenggarakan oleh Ernst & Young. (Sumber: Bloomberg).

Mengeluarkan dana” yang dimaksudkan dalam hal ini adalah “bribe” alias menyuap bin nyogok. Apakah ini tergolong tindakan fraud?

IYA. Itu fraud yang dilakukan oleh manajemen level atas, eksekutif. Di level bawah, tindakan suap-menyuap juga banyak terjadi. Misalnya:

  • Menyuap buying agent untuk memperoleh order (fraud oleh orang marketing).
  • Menerima suap dari vendor denga mempercepat proses pembayaran
  • Menyuap oknum pemeriksa pajak supaya proses audit dimudahkan
  • Menyuap hanggar bea cukai untuk meloloskan barang impor yang dilarang
  • Menyuap orang imgrasi agar pelanggaran ijin kerja orang asinya tidak dipermasalahkan
  • Dan bentuk-bentuk penyuapan lainnya

Memberikan traktiran kepada staf accounting, supaya mudah dapat cash bond, pun juga tergolong fraud. Dan tindakan menyuap, hanya salah satu diantara banyak jenis dan modus fraud yang lainnya.

Di tulisan ini saya akan share mengenai:

  • Apa itu fraud?
  • Bagaimana caranya menentukan suatu tindakan tergolong farud atau tidak?
  • Apa saja jenis-jenis fraud beserta contohnya
  • Di bagian mana saja fraud terjadi?
  • Fraud dan Profesi Fraud Examiner Di Masa Depan

Note: Supaya lebih fokus, saya batasi pada tindakan fraud yang dilakukan di dalam perusahaan/institusi saja. Istilah kerennya “internal fraud”. Kita mulai dengan pertanyaan: apa itu fraud?

Apa itu Fraud? Mengapa Penting Untuk Diketahui?

Sebagai orang accounting, harus tahu apa itu fraud dan jenis-jenis fraud. Mengapa?

  • Supaya Bisa Melakukan Antisipasi Dini/Mencegah Fraud – Dengan mengetahui apa itu fraud beserta jenis-jenisnya, anda menjadi bisa mengenali dan waspada terhadap tindakan fraud tertentu, sekaligus bisa memberikan respon yang tepat (misal dengan memberikan teguran atau melaporkannya kepada pihak manajemen).
  • Supaya Tidak Terlibat Tindakan Fraud – Namanya saja accounting, ya harus accountable, bisa dipertanggungjawabkan. ‘Jualan’ kita di akuntansi adalah kepercayaan. Supaya bisa dipercaya makan segala tindakan kita harus bisa dipertanggungjawabkan. Akan menjadi tidak lucu, jika seorang staf accounting tanpa sengaja terlibat tindakan fraud, hanya gara-gara dia tidak tahu apa itu fraud, meskipun di belahan dunia lain, study menunjukan hal yang ironis (fraud banyak terjadi di bagian accounting).

So, apa itu fraud?

Untuk “standard hunter”—yang menginginkan segala hal (kata-per-kata) berdasarkan standar, mohon maaf, tidak ada definisi fraud resmi dan standar. Jika diminta mendefinisikan, maka saya akan mengatakan:

[quote]Fraud adalah tindakan curang, yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan diri-sendiri/kelompok ATAU merugikan pihak lain (perorangan, perusahaan atau institusi).[/quote]

CGMA menyebutkan:

[quote]Fraud essentially involves using deception to make a personal gain dishonestly for oneself and/or create a loss for another.[/quote]

Bagaimana caranya mengidentifikasi; apakah suau tindakan tergolong fraud atau tidak?

Dari definisi di atas, bisa kita lihat fraud mengandung beberapa unsur, yaitu:

  • Tindakan yang disengaja
  • Kecurangan
  • Keuntung pribadi/kelompok atau kerugian di pihak lain

Misal, untuk teman-teman mahasiswa: Apakah menyontek saat UAS tergolong tindakan fraud?

Untuk menguji, kita lihat apakah unsur-unsur di atas terpenuhi:

  • Apakah menyontek adalah tindakan yang disengaja? IYA
  • Apakah menyontek tergolong curang? IYA
  • Apakah menyontek menguntungkan diri-sendiri/kelompok? IYA

Semua unsur terpenuhi, berarti menyontek saat UAS adalah tindakan fraud. Iya dong, jelas fraud. Tanpa melihat ukuran dan kerugian yang ditimbulkan, asalkan ketiga unsur itu terpenuhi, maka suatu tindakan sudah bisa dikategorikan sebagai fraud.

Di dalam perusahaan tindakan fraud bisa macam-macam bentuknya. Berikutnya kita lihat jenis-jenis fraud…

Jenis-jenis Fraud

Seperti sudah saya sampaikan di awal, tulisan ini berfokus pada tindakan fraud di dalam perusahaan saja (internal fraud).

Oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), internal fraud (tindakan penyelwengan di dalam perusahaan ata institusi) dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

1. Fraud Terhadap Aset (Asset Misappropriation) – Singkatnya, penyalahgunaan aset perusahaan (institusi), entah itu dicuri atau digunakan untuk keperluan pribadi—tanpa ijin dari perusahaan. Seperti kita ketahui, aset perusahaan bisa berbentuk kas (uang tunai) dan non-kas. Sehingga, asset misappropriation dikelompokan menjadi 2 macam:

  • Cash Misappropriation – Penyelewengan terhadap aset yang berupa kas (Misalnya: penggelapan kas, nilep cek dari pelanggan, menahan cek pembayaran untuk vendor)
  • Non-cash Misappropriation – Penyelewengan terhadap aset yang berupa non-kas (Misalnya: menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi).

2. Fraud Terhadap Laporan Keuangan (Fraudulent Statements) – ACFE membagi jenis fraud ini menjadi 2 macam, yaitu: (a) financial; dan (b) non-financial. Saya lebih suka mengatakan: segala tindakan yang membuat Laporan Keuangan menjadi tidak seperti yang seharusnya (tidak mewakili kenyataan), tergolong kelompok fraud terhadap laporan keuangan. Misalnya:

  • Memalsukan bukti transaksi
  • Mengakui suatu transaksi lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya,
  • Menerapkan metode akuntansi tertentu secara tidak konsisten untuk menaikan atau menurunkan laba
  • Menerapkan metode pangakuan aset sedemikian rupa sehingga aset menjadi nampak lebih besar dibandingkan yang seharusnya.
  • Menerapkan metode pangakuan liabilitas sedemikian rupa sehingga liabiliats menjadi nampak lebih kecil dibandingkan yang seharusnya.

3. Korupsi (Corruption) – ACFE membagi jenis tindakan korupsi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Konflik kepentingan (conflict of interest) – Saya mengalami kesulitan mencari kalimat yang paling tepat untuk mendeskripsikan. Contoh sederhananya begini: Seseorang atau kelompok orang di dalam perusahaan (biasanya manajemen level) memiliki ‘hubungan istimewa’ dengan pihak luar (entah itu orang atau badan usaha). Dikatakan memiliki ‘hubungan istimewa’ karena memiliki kepentingan tertentu (misal: punya saham, anggota keluarga, sahabat dekat, dll). Ketika perusahaan bertransaksi dengan pihak luar ini, apabila seorang manajer/eksekutif mengambil keputusan tertentu untuk melindungi kepentingannya itu, sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, maka ini termasuk tindakan fraud. Kita di Indonesia menyebut ini dengan istilah: kolusi dan nepotisme.
  • Menyuap atau Menerima Suap, Imbal-Balik (briberies and excoriation) – Suap, apapun jenisnya dan kepada siapapun, adalah tindakan fraud. Menyupa dan menerima suap, merupakan tindakan fraud. Tindakan lain yang masuk dalam kelompok fraud ini adalah: menerima komisi, membocorkan rahasia perusahaan (baik berupa data atau dokumen) apapun bentuknya, kolusi dalam tender tertentu.

Dari jenis-jenis korupsi di atas saja sudah jelas terlihat, betapa banyaknya macam fraud itu. Masing-masing jenis fraud bisa terjadi dalam berbagai variasi modus.

Di akhir tulisan nanti saya akan sajikan contoh variasi modus internal fraud yang lumrah terjadi di perusahaan-perusahaan. Sebagai penutup, saya akan overview fraud dan profesi fraud examiner di masa depan.

Sebelum ke contoh variasi modus fraud, ada pertanyaan yang menarik untuk dicermati: siapa, atau lebih tepatnya di bagian mana (di dalam perusahaan) fraud terjadi?

Di Bagian Mana (Dalam Perusahaan) Fraud Terjadi?

Di awal tulisan saya mengatakan fraud terjadi di hampir seluruh perusahaan (dalam skala apapun). Jika scope-nya dipersempit menjadi dalam satu perusahaan, di bagian mana fraud terjadi?

Menurut saya, fraud terjadi di semua bagian, dalam kadar dan frekwensi yang berbeda-beda tentunya. Sayangnya, saya belum pernah menemukan hasil penelitian ilmiah, untuk wilayah Indonesia, sehubungan dengan topik ini.

Hasil survey trend oleh bagian Forensic and Valuation Services (FVS) oleh pihak AICPA, di Amerika Serikat sana, menunjukan data sbb:

Di Bagian Mana Fraud Terjadi

Contoh-contoh Modus Internal Fraud

Berikut ini adalah beberapa contoh modus internal fraud yang kerap terjadi di dalam perusahaan atau instutusi, yang saya ambil dari tulisan “FRAUD RISK MANAGEMENT, A guide to good practice,” oleh Gillian Lees (CIMA, Head of Corporate Governance).

Contoh Modus Fraud Pada Kas (Penyalahgunaan Aset):

  • Mencuri dari kas kecil (petty cash)
  • Mengambil uang dari kasir.
  • Skimming uang tunai sebelum pendapatan rekaman atau piutang (mengecilkan penjualan atau piutang).
  • Mencuri kas/cek masuk dengan mengalihkannya ke rekening pribadi
  • Membuat invoice tagihan palsu dengan tanda tangan palsu, seolah-olah itu tagihan dari vendor, tentunya dengan slip penerimaan barang palsu juga.
  • Membuat email permintaan pembayaran palsu, seolah-olah datangnya dari vendor, yang disusul dengan pengiriman invoice (hardcopy) palsu, dengan approval palsu juga.
  • Memanfaatkan semptinya waktu di saat-saat menjelang tutup buku, karyawan nakal membuat invoice tagihan palsu, seolah-olah itu invoice susulan (ketinggalan)—untuk mempermudah proses approval pembayaran.
  • Pencurian cek perusahaan.
  • Pemalsuan cek perusahaan.
  • Mengubah nama dan atau nominal cek pembayaran
  • Menyetorkan cek ke rekening pihak ketiga tanpa persetujuan manajemen perusahan
  • Cek kiting (skema penipuan menggunakan dua rekening deposito untuk menarik uang secara ilegal dari bank).
  • Menggunakan kartu kredit atau procurement card perusahaan secara tidak sah (bukan untuk kepentingan perusahaan dan tanpa ijin yang berwenang dalam perusahaan).
  • Mengubah angka nominal di invoice tagihan ke pelanggan
  • Membuat memo kredit palsu untuk seolah-olah mengembalikan pembayaran ke pelanggan.
  • Membayar lebihan kepada vendor untuk diam-diam dikompensasikan di penagihan berikutnya (dan mengantongi pengembalian berikutnya).
  • Membuat vendor fiktif untuk membuat tagihan palsu.
  • Mensuplai barang ke dalam persuahaan, lalu diam-diam mengubah catatan tagihan internal perusahaan.
  • Mencuri identitas dan password yang bukan wewenangnya, untuk melakukan transaksi internet banking.

Contoh Modus Fraud Pada Barang Persediaan dan Aktiva Tetap:

  • Mencurian barang persediaan perusahaan
  • Membuat memo debit untuk akun persediaan, untuk kemudiaan bisa mengeluarkan barang persediaan
  • Mengeluarkan barang dari gudang dalam jumlah yang lebih besar dari packing list (srat jalan)
  • Menggelapkan piranti kerja protable (kamera, scanner, keyboard, maouse, monitor, komputer, laptop, tablet, handphone, dll).
  • Mencuri informasi tentang pelanggan yang dirahasiakan oleh perusahaan untuk dijual ke perusahaan pesaing atau pihak ketiga lainnya.
  • Menjual rancangan/desian/atau informasi sehubungan dengan itu, untuk kemudian dijual kepada perusahaan pesaing atau pihak ketiga lainnya.
  • Menerima barang hadiah/gift/souvenir apapu bentuknya dari pemasok, di luar kebijakan perusahaan, tanpa seijin pihak yang berwenang dalam perusahaan.
  • Mengunakan property perusahaan secara tidak sah, untuk kepentingan bukan perusahaan, tanpa seijin pihak berwenang dalam perusahaan.
  • Inside trading (perusahaan dalam perusahaan), menjalankan bisnis pribadi di dalam persuahaan—entah itu bertindak selaku vendor, pelanggan, atau broker, tanpa persetujuan dari pihak yang berwenang di dalam perusahaan.

Contoh Modus Fraud Dalam Proses Pembelian

  • Mengubah Purchase Request dan Purchase Order (PO) yang sah, tanpa seijin pihak otoritas.
  • Menyalin atau memalsukan tandatangan approval Purchase Request dan Purchase Order.
  • Memalsukan kelengkapan dokumen tagihan
  • Menyalin atau memalsukan tandatangan otorisasi pembayaran
  • Mengajukan faktur pembayaran palsu dari pemasok fiktif.
  • Mengubah termin pembayaran/kredit yang sah tanpa persetujuan dari pihak yang berwenang di dalam perusahaan.
  • Mengubah daftar harga barang-barang yang dibeli oleh perusahaan
  • Menahan pembayaran ke vendor untuk alasan dan kepentingan pribadi.
  • Membocorkan informasi kepada vendor sehubungan dengan tender pembelian yang diselenggarakan oleh perusahaan.
  • Memberikan perioritas pembayaran istimewa kepada vendor tertentu, di luar analisa umur utang—tanpa seijin pihak yang berwenang di dalam perusahaan.

Contoh Modus Fraud Dalam Proses Penggajian:

  • Memasukan nama dan identitas karyawan fiktif yang sesungguhnya tidak ada
  • Memalsukan atau mengubah jam/hari kerja pegawai—yang dibayar berdasarkan jam atau hari.
  • Memasukan catatan lembur fiktif
  • Memotong pembayaran gaji pegawai, seolah-olah hukuman dari perusahaan, untuk kemudian selisihnya dikantongi sendiri.
  • Berkolusi dengan pegawai lain untuk menaikan nominal komisi penjualan
  • Menaikan upah/gaji, mengubah rate lembur tanpa instruksi dari pihak yang berwenang.
  • Memanipulasi catatan jumlah cuti yang telah diambil
  • Mengajukan klaim pembayaran perawatan kesehatan fiktif
  • Memalsukan atau mengubah angka nominal klaim penggantian biaya berobat
  • Membuat klaim kompensasi pegawai kontrak/borongan untuk pekerjaan yang sesungguhnya tidak ada.
  • Dengan sengaja menunda penghapusan nama pegawai yang berhenti, untuk kemudian gajinya tetap dibayarkan untuk dikantongi sendiri (kerap terjadi di perusahaan-perusahaan besar)
  • Membayarkan dana tunjangan (kesehatan, asuransi, pendidikan) untuk pegawai yang sudah berhenti.

Contoh Modus Fraud Pada Laporan Keuangan:

  • Dengan sengaja melakukan pengakuan pendapatan terlalu besar/terlalu kecil
  • Dengan sengaja tidak melakukan penutupan buku di akhir periode (untuk melakukan perubahan-perubahan tanpa perlu adjustment)
  • Dengan sengaja menaikan nilai penjualan menjelang penutupan buku, untuk kemudian di ajust setelah periode berlalu.
  • Dengan sengaja memundurkan tanggal kontrak (PO) penjualan
  • Mencatat penjualan dan pengiriman barang fiktif
  • Memasukan nilai penjualan yang lebih besar dari kenyataannya
  • Tidak mencatat dan menghilangkan bukti transaksi penjualan agar laba nampak kecil (untuk penghindaran pajak)
  • Dengan sengaja memasukaan jenis penjualan non-operasional ke kelompok pendapatan opersional, atau sebaliknya.
  • Memanipulasi angka diskon atau rabat
  • Membuat estimasi barang kembali, melakukan perubahan harga dan jenis konsesi lainnya
  • Dengan sengaja tidak mencatat barang retur
  • Mengakui pendapatan atas tagihan yang jelas-jelas ditolak oleh pelanggan
  • Recognising income on products shipped for trial or evaluation purposes.
  • Mengakui pengiriman barang konsinyasi sebagai penjualan putus
  • Dengan sengaja menghilangkan bukti transaksi biaya/pendapatan untuk menghindari pengakuan biaya/pendapatan.
  • Dengan sengaja membuat bukti transaksi biaya/pendapatan untuk menaikan atau menurunkan pendapatan.
  • Dengan sengaja tidak mengakui atau menunda kewajiban kontinjensi
  • Dengan sengaja menggunakan estimasi persentase pendapatan lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya, dari metode pengakuan pendapatan persentase penyelesaian kontrak
  • Dengan sengaja mengakui piutang dari pihak yang memiliki hubungan istimewa
  • Membuat surat perjanjian tidak sah untuk dijadikan bukti transaksi
  • Mengakui pendapatan atas penyelesaian barang yang sesungguhnya tidak akan pernah dikirimkan ke pelanggan.
  • Mencatat adanya pengiriman barang lebih awal (entah sebagian atau seluruhnya), padahal sesungguhnya barang belum terkirim.
  • Mengakui perolehan aset tetap fiktif.
  • Mengakui nilai pembelian aset bersih lebih tinggi dari kesepakatan yang sesungguhnya, dalam proses merger dan akuisisi.
  • Mengubah angka nilai wajar aset atas hasil revaluasi
  • Mengakapitalisasikan suatu biaya (kedalam aset) yang seharusnya tidak dikapitalisasi.
  • Mengakui sewa pembiayaan sebagai biaya sewa, untuk menghindari pengakuan kewajiban sewa.
  • Mensekemakan metode penyusutan atau amortisasi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih besar atau lebih kecil, untuk maksud menaikan nilai aset atau menaikan pendapatan.
  • Mengakui goodwill dan aset tak berwujud lainnya dalam nilai yang lebih besar dari yang seharusnya.
  • Mengakui adanya investasi yang sesungguhnya fiktif
  • Memanipulasi nilai wajar investasi dari hasil revaluasi yang sah atau dengan sengaja tidak melakukan revaluasi saat harga pasar instrument invetasi mengalami penurunan
  • Mengakui adanya rekening bank dan rekening koran yang sesungguhnya tidak ada
  • Menaikan nilai barang bersediaan dengan memasukan barang persediaan fiktif.
  • Menggunakan metode penilain barang persediaan yang tidak sesuai (tidak diijinkan oleh standar).
  • Dengan sengaja menggunakan metode penilaian barang persediaan secara tidak konsisten
  • Mengakui nilai tagihan lebih besar dari yang sesungguhnya.
  • Dengan sengaja mengakrualkan biaya yang sesungguhnya telah terjadi dan nilai nominalnya sudah diketahui secara pasti (sudah ada tagihan)
  • Mengakui nilai utang yang lebih kecil dari yang seharusnya
  • Mensekemakan penentuan provisi, cadangan, termasuk penurunan nilai dan translasi mata uang asing, sedemikian rupa untuk menaikan nilai aset atau menurunkan nilai liabilitas
  • Perlakuan atas transaksi inter-company yang tidak sesuai.
  • Perlakuan penukaran atau penarikan aset yang tidak sesuai

Contoh Modus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme:

  • Memberi perlakuan istimewa kepada pelanggan dan/atau vendor guna memperoleh suap—yang biasa disebut dengan “balas jasa” (kickback).
  • Berkolusi dengan pihak pelanggan/dan atau vendor.
  • Menerima suap dari vendor, setelah memberi perlakuan istimewa (yang menguntungkan vendor).
  • Menerima suap atas pemberian kontrak
  • Menyetujui pemberian order kepada supplier guna memperoleh suap
  • Membayar atau tidak membayar vendor, yang secara langsung-tidak langsung memberi keuntungan komersial atau bentuk manfaat kompetitif lainnya bagi pada vendor lain, dan memperoleh suap darinya.
  • Menyuap petugas/pejabat pemerintah guna memperoleh perlakuan istimewa atau keuntungan tertentu (misal: auditor pajak, bea cukai, imigrasi, dll).
  • Menerima suap dari perusahaan terakuisisi, sehubungan dengan akuisi bisnis, setelah memberikan perlakuan istimewa yang menguntungkan bagi perusahaan terakuisisi. (biasanya oleh senior management)
  • Menjual property perusahaan di bawah harga pasar, guna memperoleh suap dari pembeli.
  • Membeli property untuk persusahaan guna memperoleh suap dari penjual atau agennya.
  • Menjual konsultasi pribadi dengan pihak ketiga yang bergerak di bidang usaha yang sama atau sejenis.
  • Merekrut staf yang memiliki ‘hubungan istimewa’ dengannya, sementara ada kandidat yang memiliki kualifikasi yang lebih baik.
  • Memberikan advise/alih-pengetahuan/training kepada pihak (perusahaan) pesaing, dalam rangka akan pindah kerja ke sana.
  • Mengikutsertakan diri dalam aktivitas anti-trust (menjelek-jelekan) perusahaan
  • Mengikutsertakan diri atau berkontribusi (langsung atau langsung) dalam aktivitas politik secara ilegal.
  • Mengancam keselamatan pihak (perusahaan) lain guna memperoleh imbal-balik.
  • Menjanjikan keselamatan dan perlindungan bagi kesalahan yang dilakukan oleh orang (pihak lain) guna memperoleh imbal-balik.
  • Mengancam akan membuka rahasia perusahaan atau pihak lain, guna memperoleh imbal-balik.

Fraud dan Fraud Examiner Di Masa Yang Akan Datang

Tentu saja, yang di atas hanya sebagian dari contoh modus fraud yang terjadi di dalam perusahaan. Kian hari, orang yang tidak bertanggungjawab kian kreatif dan cerdik. Ditambah lagi dengan kehadiran prianti berteknologi tinggi, ke depannya fraud akan semakin marak terjadi. Dengan semakin meningkatnya jumlah dan frekuensi transaksi berbasis internet, internal fraud mungkin akan mulai bergeser ke eksternal fraud; pencurian (uang, data, informasi bernilai tinggi) yang dilakukan oleh pihak luar perusahaan.

Melihat penomena fraud yang tak kunjung menurun, dengan jenis-modus fraud yang semakin pintar dan canggih, rasanya sudah saatnya bagi perusahaan untuk menerapkan sistim antisipasi fraud yang semakin dimutakhirkan (bukan sekedar sistim pengendalian intern yang usang).

Note (untuk adik-adik mahasiswa): Profesi ‘fraud examiner‘ ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Untuk sektor pemerintah, tentu sudah ada inspektorat jenederal (depkeu) dan bawasda (daerah), tetapi untuk sektor swasta sampai saat ini, fraud examiner di Indonesia masih langka (bahkan mungkin belum ada). Di luar sana, sertifikasi dan profesi fraud examiner sudah banyak tersedia. Saya belum tahu, apakah di Indonesia sudah ada. Jika sudah ada, coba pertimbangkan untuk mengambil pendalaman profesi ini (selain auditor laporan keuangan yang sudah umum). Lebih bagus lagi jika dikombinasikan dengan IT Forensic.

Tak kalah pentingnya, dari apa yang sudah saya lihat, seringkali perusahaan sudah memiliki sistim pengendalian intern yang efektif untuk mendeteksi fraud, SAYANGNYA BELUM memiliki ‘fraud respon system’ yang memadai. Akibatnya, fraud terdeteksi, tertangkap, tetapi tidak tahu harus memberlakukannya seperti apa. Tentu, fraud besar seperti yang dilakukan oleh Melinda D langsung diserahkan ke kepolisian untuk diproses ke pengadilan, bagaimana dengan fraud yang skalanya lebih kecil? Apakah pemecatan sudah/belum cukup? Sejauh ini belum ada standard operating procedure (SOP) yang pasti. Untuk itu, kehadiran ‘fraud respond system’ kiranya sudah semakin krusial bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Menurut anda?

 

sumber jurnal akuntansi keuangan

me #12 haiii kamu disana

•November 25, 2012 • Leave a Comment

wanita itu hadir hanya dalam hitungan detik, mengenalnya saja sudah jauh lebih dari cukup dan dia datang tanpa di duga dan sekarang mengisi lembaran hidup.

Pertemuan singkat  biasanya hanya berujung di sebuah nama dan facebook, pertemuan singkat ini ternyata juga tidak selalu membosankan terkadang sangat menyenangkan tetapi yang namanya pertemuan singkat diakhirin juga dengan singkat dan hanya tinggal lembaran masa lalu

pertemuan singkat bermula dari sebuah liburan, pertemuan singkat yang hanya basa basi, say hello, dan sebagainya.  Pertemuan selanjutnya jauh lebih singkat..hanya say hello dan senyum terus berlalu begitu saja…satu dua tiga dan itu kejadian tersebut hanya datang dan lewat dalam hitungan detik

dan terakhir pertemuan singkat tersebut sama seperti pertemuan2 lainnya, walaupun tidak singkat yaaa bbrp hari, tapi tetap saja itu adalah pertemuan singkat…dan akhirnya pertemuan singkat itu menjadi

I believe that everything happens for a reason..
People change so that u can learn to let go,
things go wrong so that u appreciate them when their right,
u believe lies so u eventually learn to trust no one but yourself,
and sometimes good things fall together.

(ntar deh nyambungnya)

 

Install Picture Style + Pemakaian (Canon)

•July 11, 2012 • Leave a Comment

Penasaran bagaimana mengistall picture style pada EOS anda? berikut disajikan tata-cara penginstalannya :

1. Pastikan software “EOS Utility” yang disediakan gratis pada bundle pembelian EOS telah terinstal pada komputer anda

2. Sambungkan kamera EOS dengan komputer memakai kabel data yang diberikan sepaket dengan kamera

3. Setelah kamera dan komputer tersambung melalui kabel data, nyalakan kamera

4. Buka aplikasi “Canon Utility” pada komputer anda, dan pilih opsi “Camera settings/Remote shooting”

5. Klik pada opsi berlambang kamera, dan double klik pada “Register User Defined Style”

6. Browse Picture Style yang anda inginkan dan tekan Ok

7. Untuk mengganti Picture Style anda tinggal mem”browse” file yang lain untuk dimasukan pada kamera

8. Saat selesai, tekan tombol “Main Window” dibagian bawah window, dan pada window utama tekan “Quite”

9. Matikan kamera anda

Saat tulisan ini dibuat, Produk Canon EOS DSLR hanya menyediakan tiga “kamar kosong” bagi picture style tambahan, jadi anda hanya dapat memilih tiga picture style saja untuk diinstal pada EOS anda.

+
+
——————————————————————————————————————————————–
+
+
Dibawah ini cara melihat efek foto picture style yang telah diinstal pada kamera (Canon)

Ada dua cara untuk melihat hasil foto picture style secara langsung, yakni (kami urut dari yang termudah) :

A. MELALUI DIGITAL PHOTO PROFESSIONAL (DISEDIAKAN GRATIS PADA BUNDLE PEMBELIAN EOS) HANYA UNTUK FILE RAW (.CR2)

langkahnya :

1. Ambil foto menggunakan format gambar RAW (.cr2), dan transfer ke komputer

2. Buka software Digital Photo Professional, dan klik sekali pada file berformat RAW

3. Klik tombol “Edit Image Window” yang terletak pada sisi kiri atas

4. Pada window –  edit image, pilih tab “RAW” dan browse picture style yang ingin anda lihat efeknya pada foto

B. MELALUI FITUR LIVE VIEW PADA KAMERA ANDA (TIDAK SEMUA EOS MEMILIKI FITUR INI)

langkahnya :

1. Pastikan software “EOS Utility” yang disediakan gratis pada bundle pembelian EOS telah terinstal pada komputer anda

2. Sambungkan kamera EOS dengan komputer memakai kabel data yang diberikan sepaket dengan kamera

3. Setelah kamera dan komputer tersambung melalui kabel data, nyalakan kamera

4. Buka aplikasi “Canon Utility” pada komputer anda, dan pilih opsi “Camera settings/Remote shooting”

5. Klik tombol “Live View shoot” pada bagian bawah window untuk membuka window baru yang akan menampilkan apa yang sedang dilihat oleh lensa kamera.

6. Buka tutup lensa kamera, jika window baru tersebut masih gelap silahkan cek pengaturan kamera anda (ISO – Apperture –  Shutter Speed)

7. Sejajarkan window lama (yang kecil) dan window baru seperti gambar dibawah ini :

8. pilih picture style pada window lama (yang kecil) pada bagian “Shooting menu”

9. Efek Picture Style akan terlihat seketika pada window baru

10. Saat selesai memilih dan menginstall (lihat tata-cara install picture style), tekan tombol “Main Window” dibagian bawah window, dan pada window utama tekan “Quite”

11. Matikan kamera anda

sumber : internet 

me #11 cinta itu buta apa iaaa??

•July 4, 2012 • Leave a Comment

Love is blind….why??

Because you don’t see with love, but you feel with love…
You don’t choose the person to be in love with, love choose them …
Love is the feeling you have when you always want to be by her side all the time …
Love is the feeling you have when you constantly wait for her …
be faithful to her …
and always cares most for her whatever happens

me#10 #belumadajudul

•July 4, 2012 • Leave a Comment

helooo…….

wih rasanya hampir setahun sudah tidak mengupdate “just-me” hari ini hari rabu dimana hari berlalu seperti biasa, berjalan cepat tanpa kita sadari…

Dieng…satu kata yg terlontar di awal kata sekarang, liburan yang menyenangkan dan seru..sebuah pilihan nekat yang gw ambil dikala itu saya bener2 suntuk dan sumpek di bandung…jujur sih banyak rangkaian kata yg ingin dilampiaskan disini, tapi hari ini saya malas untuk mengarang indah perjalanan dieng kemarin, yang pasti, pertemuan temen2 baru disana jauh lebih berkesan dan bermakna di kehidupan gw 🙂

bulan ini tepat 6 bulan saya operasi jantung, dimana saya harus bener2 istirahat total selama 6 bulan tanpa boleh melakukan aktivitas yang berat-berat, tapi bukan adit kalau ngga bandel, disela2 mesti istirahat dengan nekatnya mengambil job proyek pemda jakpus lagi hehehe…lumayan sih buat nambah2 uang saku, terus ngetrip bareng sahabat lama ke lombok “again” serta caving ke buniayu bareng temen2 komunitas NGI, hal itu saya lakukan karena saya bosen untuk beristirahat terlalu lama, emang dari sananya sudah badung ya tetep aja gw lakukin, di konsep hidup gw selalu tersirat kata-kata dari mantan boss saya..hidup ini perlu yang namanya sebuah resiko, dengan resiko itu kita bisa tau sisi orang diluar dan mengenal dunia lebih luas, tidak perlu takut hasil yang akan didapatkan nya sekalipun itu buruk, kita akan jauh lebih siap kalau kita berani melakukan resiko tersebut daripada mesti bermain di zona aman…terima kasih pa motivasi anda sampai sekarang selalu saya terapkan 🙂

27 tahun hidup dibayang-bayangan sakit jantung, itu adalah sebuah horor bagi saya, banyak aktivitas yang seharusnya saya tidak boleh ikutin, tapi dengan nekat nya saya tetap lakukan, bagi saya hidup itu cuman 1 kali, disaat kita sudah melangkah kedepan, tidak ada kata terlambat atau menoleh kembali ke masa lalu, itu sebab nya saya selalu senang bermain dengan resiko, padahal resiko kematian adalah momok terbesar dalam diri gue hahahaha….

jatuh cinta diam-diam nah lohhhh…kok rasanya tangan saya ingin mengetik ini dipagi hari yang cerah ini Jatuh cinta diam-diam adalah ketika kita merasakan suka sama seseorang, tapi kita enggak bisa berbuat apa-apa. Kalo kita bisa menyatakan cinta kita dan akhirnya ditolak, itu adalah pilihan dalam hidup. Paling enggak kita sudah melakukan sesuatu. Ketika hasilnya negatif, berarti memang seseorang itu bukan jodoh kita. Dan kita bisa melanjutkan hidup kita melangkah ke depan. Tapi, jatuh cinta diam-diam adalah ujian terberat dalam hidup kita. Karena kita enggak bisa maju ke depan, namun jalan di tempat pun tidak. dan hari ini pun saya merasakan silent lover, dan sapa gerangan wanita tersebut….belum waktunya saya jabarkan disini 🙂

dan akhirnya mood saya kembali ngga jelas..dan malas untuk melanjutkannya 🙂

Teknik Fotografi

•January 19, 2012 • Leave a Comment

Teknik-teknik fotografi dasar ada beberapa macam, teknik-teknik tersebut akan menghasilkan gambar yang berbeda dan memiliki keunikan sendiri-sendiri.


1. High Speed (Kecepatan Tinggi) -> speed 1/125 – 1/8000
Freezing -> teknik fotografi yang membekukan benda bergerak, misalnya memotret orang yang sedang melompat di udara, atau memotret pesawat yang sedang terbang. Kecepatan yang dipakai minimal adalah 1/125s dengan diafragma menyesuaikan keadaan cahaya di sekitar tempat memotret.

2. Slow Speed (Kecepatan Rendah) -> speed bulb-1/60

ada beberapa macam teknik di dalam penggunaan kecepatan rendah:
a. Show Action -> secara teknis, kecepatan dari teknik ini adalah dibawah 1/60s dan diafragma di angka besar (bukaan kecil). Gambar yang dihasilkan nantinya adalah semua benda yang bergerak akan terlihat blur, sedangkan benda yang diam tak bergerak akan tetap jelas seperti apa adanya.

b. Panning -> teknik ini adalah teknik dasar paling sulit, di mana si fotografer harus mengikuti objek yang bergerak dalam memotret. Gambar yang dihasilkan adalah kebalikan dari show action, di mana objek yang bergerak akan terlihat jelas sedangkan objek yang diam akan terlihat blur. Kecepatan yang dibutuhkan bervariasi tergantung kecepatan gerak objek yang difoto. Misal ingin memotret balap mobil F1 yang bergerak dengan kecepatan 100km/jam, akan membutuhkan kecepatan rana 1/250s. Jika ingin memotret becak yang melaju dengan kecepatan 15km/jam (misalnya), dibutuhkan kecepatan rana 1/30s atau mungkin 1/15s.

c. Zooming -> teknik fotografi yang caranya adalah dengan memutar lensa (harus lensa zoom), baik itu zoom in maupun zoom out pada saat menekan shutter. Kecepatan yang dibutuhkan berkisar antara 1/10s-1/60s sesuai kebutuhan anda. Gambar yang dihasilkan adalah seperti dalam istilah film fiksi luar angkasa disebut dengan WARP (masuk ke dalam kecepatan cahaya, atau apa itu istilahnya, saya juga ga tau, hehehehe…) tips biar zoomingnya berhasil yaitu pake tripod

d. Bulb -> pada dasarnya, ketika shutter ditekan, maka jendela rana akan membuka dan sensor/film akan merekam gambar.Teknik bulb adalah fotografi yang caranya dengan menekan shutter terus dengan timing waktu yang sudah ditentukan. Umumnya, teknik ini digunakan untuk memotret mobil bergerak di malam hari, sehingga yang dihasilkan hanyalah garis-garis lampu yang terbentuk dari mobil yang bergerak.

sumber : click-shutter.blogspot.com